"Sampai saat ini yang sudah berobat dan ditangani akibat diare itu ada 10 orang. Tapi semua tidak ada yang dirawat. Yang mengeluhkan mules-mules dan belum berobat itu sekitar 10 orang," kata petugas perawat dari kloter 79 asal Sukabumi, Sumangga, pada detikcom, Selasa (30/12/2008) malam .
Hal yang sama juga di sampaikan ketua kloter 79 Yusuf Sumarja. Menurutnya dari sekitar 450 jamaah yang ada di kloter 79, separuhnya menerima makanan basi. Akibatnya, jamaah yang langsung makan tanpa melihat dulu langsung terserang diare dan mencret-mencret.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menanggapi hal keluhan jamaaah, Kamal Kasra langsung menuju ke kantor katering Al Amoudi untuk menegur pihak katering agar tidak mengulang lagi kesalahannya mengirim makanan basi. Rombongan Kamal yang didampaingi wartawan pun diterima penjaga katering dan kepala operasional katering Al Amoudi, Samik Al Amoudi.
"Kami mendapatkan laporan kiriman makanan dari kagtering ini sudah basi. Ini buktinya, bagaimana ini, apakah ini sisa dari makanan tadi pagi," kata Kamal saat ditemui petugas masak dan samik di kantor katering.
Menanggapi teguran dari pihak Sansur ini, Samik berjanji akan memperbaiki semua proses pelayanan katering terhadap jamaah haji Indonesia. Dia juga berjanji kasus makanan basi kali ini merupakan yang terkhir kali dan tidak akan terjadi lagi.
"Insya Allah, saya akan berusaha untuk memperbaiki. Saya tekankan ini yang terakhir kali. Saya mohon maaf jika ada kelalaian dari petugas kami," kata Samik.
Kamal juga meminta pihak katering Al Amoudi berhati-hati dalam memproses makanan yang akan diberikan pada jamaah. Salah satunya dengan tetap menjaga kebersihan dan daya tahan makanan dengan hitter yang memadai.
"Bahan pokok makanan harus diperbaiki. Kalau sudah baik, prosesnya harus benar, ngepaknya pakai sarung tangan dan simpan di hitter sampai dibagikan ke jamaah, jangan seperti sekarang,"kata Kamal.
(yid/nrl)











































