Israel Anggap Gencatan Senjata 48 Jam Tidak Realistis

Israel Anggap Gencatan Senjata 48 Jam Tidak Realistis

- detikNews
Rabu, 31 Des 2008 15:15 WIB
Israel Anggap Gencatan Senjata 48 Jam Tidak Realistis
Gaza - Menyusul banyaknya korban jatuh di Gaza, Palestina, akibat serangan udara Israel, Perancis mengajukan proposal gencatan senjata singkat selama 48 jam antara Israel dan Hamas, dua pihak yang bertikai. Padahal, gencatan senjata tersebut dimaksudkan agar bantuan kemanusiaan dapat masuk ke dalam wilayah Gaza.

Namun, Israel menganggap tawaran tersebut tidak realistis. "Proposal semacam itu tidak mengandung jaminan bahwa Hamas akan menghentikan serangan dan penyelundupan," tegas juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel Yigal Palmor, sebagaimana dilansir Reuters, Rabu (31/12/2008).

"Tidak realistis bagi Israel melakukan gencatan senjata sepihak tanpa adanya mekanisme untuk menghentikan penembakan dan teror oleh Hamas," tambahnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski demikian, Palmor menegaskan bahwa Israel tidak serta merta menolak proposal tersebut sebagai salah satu hal yang patut dipertimbangkan. Sementara itu, seorang pejabat Israel lainnya mengatakan bahwa bisa saja Perancis mengubah sebagian dari isi proposal tersebut.

Hingga Rabu (31/12), korban serangan Israel di Palestina telah mencapai lebih dari 340 orang dan melukai ribuan warga lainnya.



(alf/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini