Namun, Israel menganggap tawaran tersebut tidak realistis. "Proposal semacam itu tidak mengandung jaminan bahwa Hamas akan menghentikan serangan dan penyelundupan," tegas juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel Yigal Palmor, sebagaimana dilansir Reuters, Rabu (31/12/2008).
"Tidak realistis bagi Israel melakukan gencatan senjata sepihak tanpa adanya mekanisme untuk menghentikan penembakan dan teror oleh Hamas," tambahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga Rabu (31/12), korban serangan Israel di Palestina telah mencapai lebih dari 340 orang dan melukai ribuan warga lainnya.
(alf/nrl)










































