Ramalan itu disampaikan Wakil Presiden Jusuf Kalla saat mencanangkan pelatihan peningkatan produksi pertanian bagi Camat dan Babinsa se-Sulawesi Selatan, di Balai Penelitian Jagung dan Sereal (Balitsereal) Departemen Pertanian, Maros, Sulsel (31/12/2008).
Menurut Kalla, sejak merdeka Indonesia baru mengalami dua kali surplus beras, yakni 1982 dan 2008. Pada tahun 2008, pemerintah tidak pernah mengimpor beras satu ton pun. Dan petani akan bertambah sejahtera dengan tingginya produksi pertanian di Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kalla berharap di tahun 2009 Indonesia bisa melakukan ekspor beras ke negara lain. "Saya akan jual kantor pertanian untuk beli benih kalau tidak bisa swasembada lagi," ungkap Kalla.
Kalla membandingkan tingginya produksi pertanian Gorontalo dengan Sulsel, saat mendengar pemaparan dari kepala Balitsereal, Muhammad Yasin. "Jangan selalu Gorontalo dianggap yang terbaik, di Sulsel juga harus dipublikasikan," tegas JK yang disambut anggukan gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo.
Saat Kalla berpidato, hujan deras sempat turun. Meski demikian, Kalla tidak menghentikan pidatonya. Kalla juga sempat bercanda saat Paspampres memindahkan podium agar dirinya tidak terkena air hujan . "Negara bisa ikut sakit kalau wapresnya sakit," canda Kalla disambut gemuruh tawa dari hadirin.
Usai meninjau laboratorium molekuler Balitsereal, JK bersama rombongannya segera bertolak ke Lanud Sultan Hasanuddin, untuk melihat perakitan 2 Shukoi di Skatek 044 Lanud Sultan Hasanuddin, yang tiba pada tanggal 26 Desember kemarin.
(mna/djo)











































