"Saya kaget pas polisi datang memberitahu tadi pagi. Sama sekali tidak menyangka jika Amah mati dipotong," kata Rosidah, kakak kandung Amah, di Mapolres Bekasi, Rabu (31/12/2008).
Menurut Rosidah, adiknya adalah wanita pendiam. Dia tidak pernah neko-neko sejak meninggalkan kampung halaman di Bangkalan, Madura, dan bekerja di Bekasi. Itulah sebabnya dia terkejut mendengar adiknya hamil dan tewas dengan cara mengenaskan.
Amah adalah anak keempat dari lima bersaudara pasangan Sukih dan Misti. Sudah setahun belakangan ini, Amah bekerja sebagai pelayan warung di kawasan Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan. Di tempat itulah, Amah diduga berkenalan dengan Buchori.
Minta Dihukum Mati
Saat ditanya mengenai tuntutan keluarga, wajah Rosidah terlihat menahan emosi. Menurutnya, pelaku harus dihukum seberat-beratnya sesuai dengan perbuatan yang dilakukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Rosidah, Amah dan Buchori sudah dua kali datang ke rumahnya di Kampung Cikedokan, Cibitung, Bekasi. Amah memperkenalkan Buchori sebagai temannya. Namun, Rosidah membantah jika adiknya menjalin hubungan khusus dengan Buchori, mengingat yang bersangkutan sudah mempunyai anak istri.
Rosidah mengaku tidak tahu jika adiknya tengah hamil. Dia juga tidak mengerti kenapa adiknya harus tewas dengan cara dimutilasi.
(djo/djo)











































