Keluarga Korban Shock dan Minta Pelaku Dihukum Mati

Mutilasi Wanita Hamil

Keluarga Korban Shock dan Minta Pelaku Dihukum Mati

- detikNews
Rabu, 31 Des 2008 14:35 WIB
Keluarga Korban Shock dan Minta Pelaku Dihukum Mati
Bekasi - Keluarga Amah, wanita hamil yang menjadi korban mutilasi di Bekasi, sangat shock. Mereka meminta pelaku, Buchori alias Cak Hori, dihukum yang seberat-seberatnya.

"Saya kaget pas polisi datang memberitahu tadi pagi. Sama sekali tidak menyangka jika Amah mati dipotong," kata Rosidah, kakak kandung Amah, di Mapolres Bekasi, Rabu (31/12/2008).

Menurut Rosidah, adiknya adalah wanita pendiam. Dia tidak pernah neko-neko sejak meninggalkan kampung halaman di Bangkalan, Madura, dan bekerja di Bekasi. Itulah sebabnya dia terkejut mendengar adiknya hamil dan tewas dengan cara mengenaskan.

Amah adalah anak keempat dari lima bersaudara pasangan Sukih dan Misti. Sudah setahun belakangan ini, Amah bekerja sebagai pelayan warung di kawasan Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan. Di tempat itulah, Amah diduga berkenalan dengan Buchori.

Minta Dihukum Mati


Saat ditanya mengenai tuntutan keluarga, wajah Rosidah terlihat menahan emosi. Menurutnya, pelaku harus dihukum seberat-beratnya sesuai dengan perbuatan yang dilakukan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Harus hukum mati. Gak bisa gak. Enak aja, sudah adik saya dipotong-potong, masa dia gak dihukum mati. Utang nyawa, bayar nyawa," lontar Rosidah geram.

Menurut Rosidah, Amah dan Buchori sudah dua kali datang ke rumahnya di Kampung Cikedokan, Cibitung, Bekasi. Amah memperkenalkan Buchori sebagai temannya. Namun, Rosidah membantah jika adiknya menjalin hubungan khusus dengan Buchori, mengingat yang bersangkutan sudah mempunyai anak istri.

Rosidah mengaku tidak tahu jika adiknya tengah hamil. Dia juga tidak mengerti kenapa adiknya harus tewas dengan cara dimutilasi.
(djo/djo)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads