Kabinet Israel sendiri hari ini masih berdebat mengenai proposal Perancis untuk mengadakan gencatan senjata selama 48 jam untuk memberi jalan bagi bantuan kemanusiaan masuk ke Jalur Gaza.
Menurut harian Israel Haaretz sebagaimana yang dilansir Reuters, Perdana Menteri Israel Ehud Olmert menginginkan agar serangan darat dilakukan sementara Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak mengatakan bahwa gencatan senjata selama 48 jam tersebut dapat mengetes kesungguhan Hamas untuk mematuhi gencatan senjata jangka panjang.
Israel sendiri, sejak Sabtu (27/12) tak henti-hentinya menyerang Jalur Gaza, Palestina, yang dikuasai Hamas. Sejauh ini, lebih dari 300 warga Palestina tewas akibat serangan tersebut. Sebagian besar di antaranya adalah warga sipil.
Hari ini serangan udara Israel menyasar dua target. Yang pertama adalah terowongan yang kerap digunakan untuk penyelundupan ke Mesir. Target kedua serangan udara Israel adalah sebuah kantor pemerintahan Hamas.
(alf/nrl)











































