Sebelum membubarkan diri, massa Munir sempat berorasi menghujat hasil putusan hakim. Dengan menunjuk gedung pengadilan, mereka tak henti-hentinya meneriakkan yel-yel perjuangan, "Munir siapa yang bunuh, yang bunuh Muchdi Pr".
Secara bergerombol, mereka dipagar badan oleh anggota kepolisian hingga sampai ke bus yang mengangkutnya. Mengenakan seragam kaos merah, mereka terus mengepalkan tangan kiri sambil berteriak-teriak mendukung Munir.
Usai masa membubarkan diri, suasana PN Jaksel pun kembali lengang. Tak ada sidang lain selain sidang Muchdi Pr. (asp/gah)











































