Sebagaimana dilansir Reuters, Rabu (31/12/2008), para pendukung Thaksin menyatakan bahwa mereka akan menggelar protes-protes di jalanan guna menekan pemerintahan yang baru pimpinan mantan tokoh oposisi Abhisit Vejjajiva. Kelompok pro-Thaksin ini menuntut pemerintah menggelar pemilu.
Kelompok yang mengenakan baju berwarna merah itu mengepung gedung parlemen selama dua hari sehingga memaksa PM Abhisit untuk memindahkan lokasi pembacaan pidato perdananya sebagai PM. Mereka baru meninggalkan gedung parlemen Rabu (31/12) dini hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tuntutan kami tetap sama, pembubaran parlemen," ungkapnya.
Para pemrotes dari DAAD marah besar ketika pemerintah pro Thaksin pimpinan PM Somchai Wongsawat dibubarkan. Sebelumnya, massa anti PM Somchai juga menggelar protes besar-besaran, bahkan hingga menduduki bandara di Bangkok selama berminggu-minggu. Diperkirakan, gelombang protes masih akan terus membayangi Thailand. (alf/nrl)











































