Bachtiar Chamsyah: SBY Tentunya Miris Lihat Menterinya Berpaling

Suryadharma Lirik Capres Lain

Bachtiar Chamsyah: SBY Tentunya Miris Lihat Menterinya Berpaling

- detikNews
Selasa, 30 Des 2008 22:29 WIB
Bachtiar Chamsyah: SBY Tentunya Miris Lihat Menterinya Berpaling
Jakarta - Meski masih menjalin koalisi di pemerintahan, namun Partai Persatuan Pembangunan (PPP) lewat ketua umumnya Suryadharma Ali tengah menjaring capres lain lewat 'Forum PPP Mendengar'. SBY pun dinilai miris melihat salah satu menterinya tersebut berpaling.

"SBY manusia biasa, bukan malaikat. Ada menterinya yang berpaling tentu hatinya miris, tapi kan ini tidak boleh dikatakan ke publik," ujar Ketua Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) PPP Bachtiar Chamsyah.

Hal itu disampaikan Bachtiar sat menjawab pertanyaan wartawan dalam 'Refleksi Politik Akhir Tahun 2008: Menggagas Koalisi Prapemilu," di Hotel Sahid, Jl Sudirman, Jakarta, Selasa (30/12/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Refleksi akhir tahun ini digagas oleh Bachtiar Chamsyah yang juga Menteri Sosial dalam kabinet SBY. Sedangkan Suryadharma Ali yang juga Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah adalah penggagas 'Forum PPP Mendengar'.

Bagi Bacthiar, PPP sangat cocok dengan SBY, sehingga ke depannya berkoalisi dengan Partai Demokrat perlu untuk diteruskan. "Jadi bijaksana kalau pemerintahan ini kita lanjutkan," ujar politisi yang juga Ketua Persaudaran Muslimin Indonesia (Parmusi), oraganisasi sayap PPP.

Bachtiar menilai, forum penjaringan capres yang digagas Suryadharma adalah sesuatu yang baik karena dapat mendengar visi dan misi capres yang diundang. Namun demikian, apapun yang diputuskan dalam forum tersebut bukanlah keputusan resmi partai.

"Siapapun aktivis partai boleh membuat forum. Tetapi keputusan resmi DPP PPP harus lewat keputusan kolektif dalam rakernas yang diikuti majelis pertimbangan pusat, majelis Syariah, pengurus harian dan pengurus departemen," ungkap Bachtiar.

Refleksi akhir tahun ini tidak dihadiri oleh Suryadharma, sedangkan dalam 5 kali Forum PPP Mendengar Bachtiar juga tidak pernah nongol sekalipun. Isu yang beredar telah terjadi perpecahan antara petinggi partai Kabah tersebut soal pengusungan capres PPP berikutnya.
(lrn/ken)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait