"Pada bulan Desember kami berhasil mengungkap jaringan West African Cyndicate. Sebanyak 32 orang telah ditetapkan jadi tersangka," ujar Kalakhar BNN Komjen Pol Gories Mere, di Mabes Polri, Jl Trunojoyo Jakarta Selatan, Selasa (30/12/2008).
Menurut Gories, operasi untuk mengungkap jaringan ini telah dilaksanakan sejak bulan Mei 2008. Sekitar 2 minggu yang lalu pelaku berhasil ditangkap.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gories menambahkan, wanita Indonesia yang ditangkap tersebut umumnya dipacari dan ada juga yang dijadikan istri. Wanita yang seluruhnya berusia di bawah 26 tahun tersebut kemudian ditugaskan untuk membawa barang-barang haram tersebut.
"Pada saat ditangkap ada wanita yang badannya biru lebam. Mereka selalu diancam, begitu juga keluarga dan famili mereka diancam akan dibunuh," tambah jenderal bintang tiga tersebut.
2 Wanita yang merupakan warga negara Malaysia, berperan sebagai kurir penyelundupan narkoba ke China. Di China sudah banyak wanita WNI yang telah ditangkap terkait kasus narkoba.
" Wanita Indonesia selalu dicirikan dan diperiksa ketat sehingga diganti dengan China Malaysia," kata Gories.
Narkoba jaringan Afrika Barat ini berasal dari Golden Cruisant. Kemudian melalui Asia Tengah masuk ke Asia Tenggara dan ke China. Barang bukti yang berhasil disita terdiri dari heroin hingga uang tunai.
"Barang bukti berupa heroin 8,6 kg, shabu-shabu 16,064 Kg, ekstasi 19.938 butir dan uang Rp 385.000.000 serta US$ 6.950," urai Gories.
Sementara Direktur IV Narkoba Bareskrim Mabes Polri Brigjen Harry Montolalu, menerangkan barang haram tersebut sebagian beredar di Indonesia dan sebagian lagi dikirim ke China. Selain itu dia juga menerangkan wanita Indonesia yang ditangkap umumnya berasal dari pinggiran Jakarta, namun untuk yang lain ditangkap di beberapa wilayah.
"32 Tersangka ditangkap di Jakarta, Pontianak, Jawa Barat dan Jawa Timur," terang Brigjen Harry Montolalu.
(ddt/nrl)











































