Bali Tetap Menjadi Target Terorisme

Bali Tetap Menjadi Target Terorisme

- detikNews
Selasa, 30 Des 2008 17:06 WIB
Bali Tetap Menjadi Target Terorisme
Denpasar - Bali dua kali menjadi sasaran ledakan dari aksi terorisme. Pada tahun 2008, Bali bebas aksi anti kemanusiaan ini. Namun aksi terorisme tetap menjadi ancaman bagi Bali.

"Hingga saat ini tidak ada sinyalemen dan indikasi terorisme. Namun Bali tetap target terorisme," kata Kapolda Bali Irjen Polisi Teuku Ashikin Husein pada jumpa pers akhir tahun 2008 di Mapolda Bali, jalan WR Supratman, Denpasar, Selasa (30/12/2008).

Ashikin menjelaskan bahwa Bali sebagai daerah wisata terkenal di mancanegara merupakan target yang tepat bagi para teroris. "Tipikal Bali tepat jadi kategori sasaran teroris untuk mencari publikasi," analisi Ashikin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melihat kerawanan Bali dari aksi teroris, Polda Bali terus meningkatkan pengawasan dan pengamanan di berbagai tempat wisata. Pintu masuk ke Bali pun dijaga ketat, seperti Bandara Ngurah Rai, Pelabuhan Laut Gilimanuk, dan Padangbai. Polda Bali juga menyebar 23 buah CCTV di kawasan vital.

"Kita terus melakukan patroli terbuka sebanyak-banyaknya," ujarnya.

Mengantisipasi aksi terorisme seperti di Dubai, India, pihak Polda Bali memperkuat kerjasama dengan hotel yang tersebar di kawasan wisata, seperti Kuta, Nusa Dua, dan Sanur. "Denah semua hotel sudah kami pegang. Kalau ada ancaman kita bisa dengan cepat bereaksi," kata Ashikin.

Untuk melatih kemampuan menghadapi aksi terorisme di hotel, Polda Bali telah menggelar simulasi anti teror di beberapa hotel. "Kita berencana akan menggelar latihan yang mencerminkan suasana sesungguhnya untuk mengajak tim dokter, PMK dan instansi lainnya mengantisipasi teror," kata mantan Kapolda Aceh ini.

Sebagai catatan akhir tahun, Polda Bali berhasil menekan aksi kejahatan baik konvensional hingga trans nasional crime, pedofilia, kasus adat, judi togel. Di tahun 2009, Polda Bali memprediksi bahwa angka kriminalitas di Bali akan meningkat. Berbagai faktor mempengaruhi  melonjaknya kriminalitas, yaitu PHK, dampak krisis global, serta Pemilu. "Kita tetap berupaya untuk menekannya," ujarnya. (gds/djo)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads