"Hingga saat ini tidak ada sinyalemen dan indikasi terorisme. Namun Bali tetap target terorisme," kata Kapolda Bali Irjen Polisi Teuku Ashikin Husein pada jumpa pers akhir tahun 2008 di Mapolda Bali, jalan WR Supratman, Denpasar, Selasa (30/12/2008).
Ashikin menjelaskan bahwa Bali sebagai daerah wisata terkenal di mancanegara merupakan target yang tepat bagi para teroris. "Tipikal Bali tepat jadi kategori sasaran teroris untuk mencari publikasi," analisi Ashikin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita terus melakukan patroli terbuka sebanyak-banyaknya," ujarnya.
Mengantisipasi aksi terorisme seperti di Dubai, India, pihak Polda Bali memperkuat kerjasama dengan hotel yang tersebar di kawasan wisata, seperti Kuta, Nusa Dua, dan Sanur. "Denah semua hotel sudah kami pegang. Kalau ada ancaman kita bisa dengan cepat bereaksi," kata Ashikin.
Untuk melatih kemampuan menghadapi aksi terorisme di hotel, Polda Bali telah menggelar simulasi anti teror di beberapa hotel. "Kita berencana akan menggelar latihan yang mencerminkan suasana sesungguhnya untuk mengajak tim dokter, PMK dan instansi lainnya mengantisipasi teror," kata mantan Kapolda Aceh ini.
Sebagai catatan akhir tahun, Polda Bali berhasil menekan aksi kejahatan baik konvensional hingga trans nasional crime, pedofilia, kasus adat, judi togel. Di tahun 2009, Polda Bali memprediksi bahwa angka kriminalitas di Bali akan meningkat. Berbagai faktor mempengaruhi melonjaknya kriminalitas, yaitu PHK, dampak krisis global, serta Pemilu. "Kita tetap berupaya untuk menekannya," ujarnya. (gds/djo)











































