"Ini bukan soal serangan militer, tapi soal kemanusiaan," tegas Imam Jamaah Muslimin Hizbullah Muhyiddin Hamidy dalam keterangan pers yang disampaikan di Jakarta Media Center (JMC), Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (30/12/2008).
Bagi organisasi muslim yag bermarkas di Al Fatah Islamic Boarding School, Bogor, Jawa Barat, itu, tidak ada alasan yang sah bagi Israel melakukan serangan ke Jalur Gaza. Alasan membalas roket-roket Hamas yang dijadikan dasar Israel melakukan serangan, dinilai cuma rekayasa. Oleh karenanya, mereka menganggap yang dilakukan Israel adalah bentuk kejahatan kemanusiaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BBM, dan obat-obatan," terangnya lagi.
Terhadap serangan itu, Jamaah Hizbullah mendesak PBB segera memberikan sanksi
keras ke Israel. Bukan hanya sanksi, PBB sepatutnya menetapkan pejabat-pejabat
Israel yang memerintahkan serangan militer ke Jalur Gaza sebagai penjahat kemanusiaan. Israel juga diminta menarik diri dari wilayah-wilayah yang ia duduki sejak tahun 1948, yang semuanya itu dinilai sebagai aksi pendudukan.
Terhadap pemerintah RI, mereka mendesak Presiden SBY sebagai kepala negara
muslim terbesar di dunia untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan AS dan
negara-negara barat pendukung Israel.
SBY juga diminta untuk melobi Mesir agar membuka akses perbatasan ke Jalur Gaza. Pembukaan akses itu, sambung Muhyidin, penting dilakukan oleh Mesir lantaran banyak pihak-pihak dari Indonesia ingin menyalurkan bantuan atau mengirim sukarelawan ke Jalur Gaza. Jamaah Muslimin Hizbullah pun berencana mengirim bantuan dan sukarelawan ke Jalur Gaza.
"Kami siap mengirim 100 relawan kesana. Mereka sudah terlatih diturunkan di Aceh
dan Jogja. Cuma masih menunggu free pass dari pemerintah untuk berangkat," tandas Muhyidin.
(Rez/irw)










































