Begitu massa HTI datang ke depan Kedubes AS, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (30/12/2008), salah satu polisi langsung mendekati mobil sound system.
Polisi itu meminta sound system dan megaphone yang dibawa dimatikan. Massa HTI pun menolak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pokoknya, demo pakai pengeras suara dilarang!" tegas polisi itu.
"Loh, itu SBY kan melarangnya di depan Istana," timpal Farid.
Akhirnya polisi itu mengalah. Dan sekitar 50 orang polisi pun berjaga membentuk pagar betis di sepanjang pembatas Kedubes AS.
Aksi pun berlanjut, "Jihad for Palestine! Israel terrorist!" teriak massa HTI melalui pengeras suara. (nwk/nrl)











































