"Pada waktu itu banyak usulan kapan dimulainya Tahun Hijriyah. Ada usulan pada saat Nabi Muhammad lahir. Tapi kelahiran Nabi Muhammad dianggap biasa sebagaimana manusia lain pada umumnya," ujar ahli tafsir Alquran Quraish Shihab.
Quraish menyampaikan taushiyahnya dalam acara memperingati Tahun Baru Islam di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Selasa (30/12/2008).
Usulan lain, imbuh Quraish, Tahun Baru Hijriyah diambil saat kemenangan umat Islam menguasai Mekah. Namun usulan itu juga tidak disetujui karena hal itu akan membuat orang terlena.
"Akhirnya dipilih saat Nabi hijrah dari Makkah ke Madinah. Karena waktu itu bukan hanya umat Islam saja yang hijrah melainkan juga nonmuslim yang malah membukakan pintu," ujar mantan Menteri Agama ini.
Dengan hijrah, lanjut dia, terciptalah peradaban baru.
"Dan hijrah tersebut tanpa kebersamaan akan mustahil. Yakni kebersamaan muslim dan nonmuslim pada saat itu," tutur Quraish. (nwk/iy)











































