"Indonesia adalah negara majemuk. Dari budaya, suku bangsa, maupun agama. Oleh karena itu, perlu terjalin dalam mega koalisi yang besar. Supaya simpul-simpul kebangsaan ini menyatu," ujar Din Syamsuddin.
Din menyampaikan hal itu dalam sambutannya pada 'Silaturahmi Pimpinan Ormas Islam Tingkat Pusat Menyongsong Tahun Baru 1430 H', di Kantor PP Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, Selasa (30/12/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mungkin perlu saja ormas Islam ini dilebur jadi satu. Tetapi sedikitnya kita bisa bekerja sama. Kami ingin citra kebangsaan ini terjalin dengan baik. Dampaknya luar biasa. Contohnya Muhammadiyah dengan PBNU sudah bekerja sama dalam banyak hal," imbuh dia.
Koalisi itu, imbuh Din, perlu memiliki visi strategis. Namun, tetap mempertahankan identitas organisasi masing-masing.
"Untuk memiliki visi strategis, tidak perlu harus dilebur. Tetapi bisa dengan identitas masing-masing. Kita sangat memerlukan visi strategis yang sama untuk memperkuat simpul kebangsaan. Itulah yang saya kira koalisi strategis," papar Din.
Dalam acara ini, ormas Islam yang hadir antara lain, Pengurus Besar Nahldatul Ulama (PBNU) dan beberapa organisasi di bawahnya seperti PP Wanita Islam NU, LPNU dan IPNU. Kemudian Persatuan Iman Tauhid Islam (PITI), Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), DPP Hidayatullah dan Al Irsyad Al Islamiyah. (nwk/iy)











































