Tantangan serupa juga dihadapi suami Hillary, Bill Clinton, saat mendudukui Gedung Putih. Bagi Hillary, tantangan ini tidak mudah karena selama ini dia lebih dikenal pro-Israel dan tidak bersikap netral dalam konflik tersebut.
Menurut pengamat dari Universitas Maryland, Shibley Telhami, Hillary dipandang oleh dunia Arab akan meneruskan idealisme suaminya untuk mengusahakan perdamaian di kawasan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tantangan tersebut tentu bukan hal mudah. Keadaan di Palestina saat ini jelas akan berpengaruh terhadap segala upaya merintis jalan damai di kawasan tersebut. "Terlalu banyak darah tumpah untuk dapat menyelesaikan masalah ini secepat itu," tandas Telhami. (alf/sho)











































