โSaya berharap tanpa diminta atau tidak diminta, aparat penegak hukum, dalam hal ini kepolisian, harus bisa bekerja dan menangkap pelaku perampokan dan pembunuhan yang menimpa saudara saya,โ ujar Langgeng yang merupakan keponakan korban usai pemakaman yang dilakukan secara militer di TPU Desa Kauman, Muntilan, Magelang, Jawa Tengah, Senin (29/12/2008) malam.
Langgeng menyayangkan peristiwa tersebut terjadi di Asrama Dewa Kembar yang merupakan kompleks TNI-AL. Menurutnya, hal ini menunjukkan bahkan di dalam asrama militer pun keamanan belum sepenuhnya terjamin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kerjasama TNI-Polisi
Langgeng menambahkan, selain melakukan pengejaran dan pemeriksaan terhadap saksi, polisi juga melakukan koordinasi dengan TNI-AL di Jakarta. Sebab, perampokan dan pembunuhan itu terjadi di lingkungan Asrama TNI-AL.
โPasti ada kerja sama dengan TNI-AL di Jakarta. Sebab, selain TKP-nya di Asrama TNI, di lingkungan itu juga paling tidak harus ada yang bertanggung jawab dengan kondisi keamanan di asrama tersebut,โ ucapnya.
Dari pantauan detikcom, suasana pemakaman tampak berjalan dengan khidmad. Bertindak sebagai inspektur upacara adalah Komandan Korem (Danrem) 072 Persik Kol CZI Saepeno. Di depan rumah duka terlihat karangan bunga dari Kasdam IV Diponegoro Jateng Brigjend TNI Langgeng Sulistiyono dan Kepala Staf TNI-AL Laksamana TNI AL Tedjo Budhi Purdjiyanto. (sho/sho)











































