Peluang gencatan senjata tersebut mengemuka dalam percakapan telepon antara Meshaal dengan Presiden Senegal, Abdoulaye Wade, semalam. Demikian disampaikan Kementerian Luar Negeri Senegal seperti diberitakan Reuters.
"Pemimpin Hamas itu mengatakan ia siap menandatangani satu perjanjian seperti itu yang disetujui kedua pihak," kata Kemlu Senegal.
Dinyatakan bahwa Abdoulaye Wade selaku ketua Organisasi Konferensi Islam (OKI)mengusulkan "satu gencatan senjata definitif antara Israel dan Hamas melalui penandatangan perjanjian yang melibatkan Hamas dengan pengawasan segera gencatan senjata dengan imbalan penghentian serangan militer Israel dan pencabutan total blokade atas Gaza".
Dalam sebuah pernyataan terpisah, Wade mengutuk serangan udara Israel di Gaza sebagai "tidak dapat diterima". Penjabat ketua OKI menuntut Israel agar segera menghentikan serangan udara dan semua serangan terhadap wilayah Palestina itu.
(lh/lh)











































