Data dari sistem komputerisasi haji terpadu (siskohat) pada pukul 15.00 WIB, dari 404 jamaah yang meninggal itu, 377 jamaah meninggal akibat penyakit sistem sirkulasi dan pernafasan. Sedangkan sisanya meninggal akibat penyakit bawaan dari tanah air seperti infeksi, sistem syaraf dan pencernaan.
Menurut Wakadaker bidang kesehatan Madinah Bermawy Sjahdjam, semua jamaah yang meninggal dunia telah diinformasikan pada keluarganya dengan disertai bukti surat kematian dari rumah sakit Arab Aaudi. Sementara, pengurusan jenazahnya langsung diselesaikan pihak muassasah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Bermawy, dari jumlah total 404 jamaah yang meninggal itu, 291 jamaah
meninggal saat berada di Makkah, 58 jamaah meninggal di Madinah, dan 33 jamaah meninggal selama prosesi Armina. Sisanya meninggal selama dalam perjalanan, di bandara dan di Jeddah.
"Dari jumlah yang ada, dari embarkasi Surakarta yang paling banyak jamaah meninggal, sampai 87 orang, disusul Surabaya 69 jamaah, Bekasi 51 jamaah dan dari Jakarta 49 jamaah. Lainnya dibawah itu semua," terang Bermawy.
(yid/irw)











































