Ketua FPKS DPRD DKI, Selamat Nurdin, menyatakan mendukung pencopotan Ade Supriatna sebagai ketua DPRD DKI sejauh tujuannya meningkatkan kinerja DPRD bukan karena alasan politis. Sebab seperti diakui Selamat, kinerja DPRD saat ini tidak begitu bagus.
Menurut Selamat, melihat kinerja sebuah organisasi termasuk di DPRD DKI, bergantung pada pemimpinnya. Oleh karena itu, untuk melihat bagaimana perilaku anggota, cukup melihat pemimpinnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang kita masih wait and see," kata Selamat di Jakarta, Senin (29/12/2008).
Seperti diberitakan sebelumnya FPD, FPDIP, FPPP, dan FPAN, mengajukan mosi tidak percaya kepada ketua DPRD DKI. Mereka menilai Ade tidak pro rakyat dengan menyetujui APBD 2009 karena banyak pemborosan.
APBD DKI 2009 sebesar Rp 22,42 triliun telah disetujui DPRD DKI pada 27 November 2008 dan telah diserahkan ke Menteri Dalam Negeri pada 9 Desember 2008. Beberapa anggaran dalam APBD 2009 dinilai sebagai pemborosan, antara lain pengadaan alat musik untuk Dinas Pemadam Kebakaran DKI sebesar Rp 1miliar dan dana koordinasi dengan sejumlah instansi sebesar Rp 7,3 miliar.
Menanggapi hal ini, Ade Surapriatna mengaku heran karena dengan wacana pergantian dirinya. Dia menilai sikap fraksi-fraksi itu penuh dengan muatan politik. Menurutnya, permintaan penggantian dirinya itu didasarkan pada insturksi partai dan bukan dari dalam fraksi di DPRD DKI itu sendiri.
Ade juga mengatakan, APBD DKI 2009 dibahas sejak DPRD dipimpin oleh Dani Anwar. Jadi, sambung Ade, dirinya tidak terlibat dalam penyusunan APBD 2009.
(djo/lh)











































