Hal itu disampaikan H. Rosyid dari Eindhoven, menjawab pertanyaan peserta dalam Kajian Intensif Islam Akhir Tahun (KIAT) di Masjid Bait al-Rahmaan, Ridderkerk, 26-28/12/2008.
Rosyid menyandarkan pernyataannya pada QS An-Nisaa':59, "Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan pemimpin di antara kamu..."
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak dibenarkan umat Islam melanggar peraturan, sehingga merugikan orang lain," jelas Rasyid, yang menyampaikan materi Mengenal Muhammad SAW.
Ahlak Mulia
Rosyid mengingatkan agar setiap muslim memperhatikan ahlak dan betul-betul meneladani kemuliaan ahlak Muhammad. Sesungguhnya tidaklah Muhammad itu diutus kecuali untuk menyempurnakan akhlak manusia.
"Jika setiap muslim konsekuen mengikuti ahlak Nabi Muhammad, maka dia bisa menebarkan rahmat dan kebaikan di mana pun dia berada," terang Rosyid.
Rosyid lalu menjabarkan kembali contoh ahlak mulia Muhammad sejak muda jauh sebelum masa kenabian, antara lain penuh kasih sayang, lemah lembut, penyabar, jujur, amanah, yang semua itu saat ini sudah dilupakan orang.
Pada diri Muhammad terdapat teladan nyata, contoh dan panutan konkrit bagi umat manusia. "Sayangnya saat ini banyak orang menyandang nama Muhammad, bahkan di negara Arab sendiri, namun ahlaknya tidak sesuai," demikian Rosyid.
KIAT ini, menurut panitia dari Yayasan Generasi Baru, diharapkan bisa menjadi alternatif kegiatan bagi generasi muda, yang sudah terbiasa merayakan momentum pergantian tahun dengan hura-hura. (es/es)











































