Indah, Tapi Sepi Pelancong

Obyek Wisata di Sumbawa

Indah, Tapi Sepi Pelancong

- detikNews
Senin, 29 Des 2008 06:27 WIB
Indah, Tapi Sepi Pelancong
Sumbawa - Veronika Sisca, terlihat begitu kerepotan melayani tamu yang ingin menginap di Tropical Beach Club, tempatnya bekerja. Di akhir Desember, cottage yang terletak di Kecamatan Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat, memang ramai dikunjungi wisatawan yang ingin surfing atau sekadar menikmati panorama pantai.

Tapi sayangnya, menurut sisca, yang bekerja sebagai pramusaji Tropical, para pelancong mayoritas adalah pekerja tambang emas di Newmont, yang berjarak sekitar 5 kilometer dari pantai sekongkang. Adapun pelancong yang datang dari daerah-daerah lain di Indonesia, bisa dihitung dengan jari. Bahkan nyaris nihil.

"Di sini ramainya dalam setahun hanya dua kali. Hanya saat aktivitas pertambangan di Newmont sedang shut down atau libur selama dua minggu. Selebihnya tempat ini sepi tidak berpenghuni," jelas Sisca saat
berbincang-bincang dengan detikcom, Minggu (28/12/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kondisi ini tentu sangat ironi. Pasalnya keindahan Pantai Sekongkang tergolong indah dan menarik untuk dikunjungi. Akomodasi yang tersedia di pantai ini pun sangat memadai. Beberapa cottage telah  berdiri di sepanjang bibir pantai dengan harga terjangkau. Namun cottage-cotegge yang ada seolah tidak pernah kedatangan pengunjung.

Untuk menginap di cottege yang ada di pantai Sekongkang, tarifnya bervariasi. Ada yang Rp 250 ribu semalam. Ada juga yang mencapai Rp 1,2 juta per malam. Namun uang yang dikeluarkan sebanding dengan fasilitas yang disediakan pengelola serta keindahan pantai yang bisa dinikmati. Namun meski fasilitas-fasilitas sudah tersedia tetap saja jarang didatangi pengunjung.

Nasib serupa juga dialami Pantai Maluk. Pantai yang berjarak sekitar 40
kilometer dari Kota Taliwang, ibukota Kabupaten Sumbawa Barat, juga sepi
wisatawan. Padahal pantai yang terletak Desa Pasir Putih, Kecamatan Maluk,
disebut-sebut mirip pantai Pattaya di Thailand.

Pantai berpasir putih tersebut biasanya hanya didatangi beberapa warga Maluk. Nyaris tidak pernah ada rombongan wisatawan dari masyarakat di wilayah Sumbawa yang datang. Apalagi wisatawan dari luar pulau tersebut.

Dari informasi yang diperoleh detikcom, ada beberapa sebab kenapa obyek-obyek wisata di Sumbawa tidak begitu diminati oleh para pelacong. Penyebab utama adalah minimnya infrastruktur yang ada. Misalnya sarana jalan dan alat transportasi menuju obyek wisata tersebut.

"Pemda Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) lebih sering 'berkelahi' dengan investor dibanding menggaetnya. Sehingga obyek-obyek wisata yang ada jadi tidak terurus. Harusnya pemda  KSB memberi perhatian lebih terhadap potensi wisata yang ada sehingga bisa menambah pendapatan daerah," ungkap Fahri Hamzah, politisi DPR asal NTB saat mengunjungi sejumlah obyek wisata di wilayah tersebut.

Adanya campur tangan swasta dalam pengembangan wisata, imbuh Fahri, diharapkan bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata. Sehingga nasib masyarakat di Sumbawa Barat tidak hanya bergantung terhadap Newmont, yang sewaktu-waktu akan habis masa eksploitasinya.

"Kalau Newmont tidak beroperasi lagi bisa-bisa Sumbawa Barat gelap gulita kalau pemerintahnya tidak mengantisipasi dengan mengembangkan sektor-sektor lainya. Misalnya wisata, pertanian dan peternakan," begitu kata Fahri.

Sekadar informasi, selain pantai sekongkang dan pantai Maluk, di Sumbawa
terdapat beberapa obyek wisata pantai yang elok dan menarik untuk dikunjungi. Sebut saja Pantai Jelenga, yang sempat dijadikan lokasi kejuaraan dunia surfing, serta Pulau Moyo.

Tapi dari sejumlah obyek wisata pantai yang ada, hanya Pulau Moyo yang namanya begitu kesohor hingga ke mancanegara. Untuk mencapai Pulau Moyo bisa ditempuh  melalui Sumbawa Besar ke kampung Ai Bari, yang berjarak sekitar 20 kilometer.

Dari Ai Bari kemudian menyeberang dengan speedboat yang memakan waktu tempuh
sekitar 15 menit. Pengunjung bisa juga menggunakan kapal ketinting, namun waktu yang ditempuh tentunya akan lebih lama.

Pulau seluas kurang lebih 30.000 hektar ini, memilki keindahan alam yang
bervariasi. Ada hutan alami serta beberapa spesies hewan yang menghuni pulau
tersebut. Wisatawan juga bisa berpetualang di dalam hutan, menyusuri sungai,
serta memanjat tebing. Sedangkan untuk berpetualang di laut wisatawan bisa
menyelam di kawasan sekitar pulau yang  menawarkan  keindahan alam bawah laut.

Alamsyah, warga Sumbawa Besar, yang sudah dua kali mengunjungi pulau tersebut mengatakan, untuk berwisata ke Pulau Moyo, harus memiliki dana yang besar. Sebab begitu pengunjung menyeberang ke pulau itu, pengelola  langsung meminta deposit atau uang jaminan yang mencapai US$ 5.000.

"Sebenarnya untuk wisata di pulau tersebut tidak harus menghabiskan uang
sebanyak itu. Tapi pengelola ingin merasa yakin kalau wisatawan yang datang
punya cukup uang untuk membayar paket wisata yang ditawarkannya," jelas
Alamsyah.

Karena membutuhkan biaya yang besar, praktis hanya wisatawan yang berkocek
sangat tebal yang mampu berkunjung ke pulau yang dikelola Yusuf Merukh tersebut. Beberapa orang top yang sempat berlibur ke Moyo antara lain, Lady Diana dan Mick Jagger.



(ddg/rdf)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads