Sekretaris Kabinet Israel Oved Yehezkel menyatakan, serangan hari kedua tersebut ditujukan untuk memberikan tekanan pada Hamas setelah sebelumnya serangan serupa juga dilakukan oleh Israel.
"Sekarang kami tidak mempertimbangkan untuk menghentikan pertikaian," ujar Yehezkel seperti dilansir oleh Reuters.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pesawat Israel juga menyerang sebuah fasilitas untuk pelatihan Hamas dan kantor pusat televisi, Al-Aqsa.
"Kami memiliki waktu, kesabaran dan cara ... untuk kembali hidup normal di selatan Israel," tambah Yehezkel.
Dalam perlawanannya, militer Palestina juga terus menembakkan roket melewati perbatasan, termasuk salah satunya mendarat di wilayah sekitar 30 km (18 mil) di wilayah selatan Israel. Namun, tidak ada korban jiwa dalam serangan tersebut.
Puluhan kendaraan berlapis baja milik Israel berjejer di sepanjang perbatasan Gaza untuk mencegah kemungkinan terjadinya invasi darat dan Dewan Keamanan PBB yang disebut-sebut pada Minggu dini hari akan melakukan penghentian kekerasan.
Namun militer Israel mengatakan Israel menyerang tidak bertujuan untuk merebut kembali Jalur Gaza atau merusak wilayah kekuasaan Hamas.
"Ada waktu untuk tenang dan waktu untuk memerangi, dan sekarang sudah saatnya untuk berjuang," kata Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak. (nov/iy)











































