Tingkatkan Partisipasi Pemilih, PPLN KL Siapkan 80 Dropping Box

Laporan dari Malaysia

Tingkatkan Partisipasi Pemilih, PPLN KL Siapkan 80 Dropping Box

- detikNews
Minggu, 28 Des 2008 07:30 WIB
Tingkatkan Partisipasi Pemilih, PPLN KL Siapkan 80 Dropping Box
Kuala Lumpur - Para calon pemilih di Tanah Air tidak sulit untuk menyalurkan suara mereka saat pemilu mendatang. Tinggal mendatangi tempat pemungutan suara (TPS), lalu memilih dalam bilik suara.

Namun tidak demikian dengan warga negara Indonesia (WNI) yang berada di luar negeri seperti Malaysia. Kondisi penyebaran WNI yang tidak merata secara geografis menjadi salah satu kendala.

Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Kuala Lumpur (KL) pun menyiapkan 80 dropping box untuk bisa menjaring partisipasi WNI secara maksimum.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saat ini berdasarkan mapping kami, rencananya kami menyiapkan sekitar 80 dropping box," ujar Ketua PPLN KL Hari Primadi dalam jumpa pers Catatan Akhir Tahun di Aula Hasanuddin KBRI KL, Malaysia, Sabtu (27/12/2008).

Hari mengatakan, angka tersebut berdasarkan pemetaan data WNI yang telah dilakukan. Meskipun jumlah tersebut masih dapat berubah mengingat pemetaan dan pendataan validasi WNI yang telah terdaftar dalam DPT (Daftar Pemilih Tetap) masih terus dilakukan.

Dia menjelaskan, sebagian besar WNI yang telah terdaftar merupakan pekerja di pabrik  yang sulit mengakses TPS. Hal tersebut terkait dengan waktu kerja dan perizinan dari majikan.

"Karena itu kami akan tetap tingkatkan partisipasi pemilih melalui dropping box. Kami yakin cara ini bisa meningkatkan partisipasi," ujarnya.

Anggota PPLN Asykari Triwiyanto menjelaskan, secara teknis surat suara akan dikirim sehari sebelum pemilihan kepada setiap WNI yang berada di pabrik untuk dilakukan pencontrengan.

Pada hari H pemilihan, PPLN akan men-dropping box ke setiap pabrik. WNI pun tinggal mencemplungkan surat suara yang sudah berisi pilihan ke dalam kotak itu.

"Setiap box diperkirakan 2 sampai 3 petugas. Mereka akan menjemput surat suara. Dropping box berdasarkan mapping yang telah divalidasi," terangnya.

Hari menambahkan, untuk menjaga kerahasiaan dan keselamatan surat suara dari pabrik, PPLN akan menggunakan aplikasi Java pada sistem GPRS handphone.

Teknisnya, surat suara langsung dapat dihitung ditempat dan hasilnya dapat langsung dikirimkan oleh petugas kepada PPLN melalui aplikasi tersebut.

"Jadi seolah-olah para petugas itu online melalui handphone. Ini seperti Quick Count, tapi berbeda dengan sms. Kalau tiba-tiba box sampai di PPLN tapi surat suaranya kurang atau hilang di jalan, bisa ketahuan," imbuh Hari.

Calon pemilih berdasarkan DPT di Malaysia berjumlah 850.044. Jumlah tersebut terdiri dari 442 ribu calon pemilih di wilayah semenanjung yang berada di bawah wilayah kerja PPLN KL. Sisanya, 408.044 calon pemilih berada di Malaysia bagian timur.
(rmd/nwk)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini