Pengucuran Pinjaman Syariah di Sumut Pecahkan Rekor Muri

Pengucuran Pinjaman Syariah di Sumut Pecahkan Rekor Muri

- detikNews
Sabtu, 27 Des 2008 17:09 WIB
Medan - Penyaluran pinjaman syariah di Medan, Sumatera Utara (Sumut) akhirnya memecahkan Museum Rekor Indonesia (Muri). Sebanyak 1.430 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mendapat pinjaman di satu tempat secara bersamaan.  

Penyaluran pinjaman syariah ini digelar di halaman Istana Maimoon, Jl. Brigjen Katamso, Medan, Sabtu (27/12/2008) sore. Dalam acara penyaluran pinjaman syariah ini, penerima menandatangani akad kesepakatan dilakukan secara serentak di atas lembar kesepakatan yang telah disediakan pihak penyelenggara.  

Sebanyak 1.430 pelaku UMKM berdiri membentuk barisan di halaman Istana MAimoon Medan, dan menandatangani akad dengan beralaskan punggung penerima di depannya.
 
Pimpinan Bank Indonesia (BI) Medan Romeo Rissal Pajialam mengatakan, jumlah pinjaman syariah yang dikucurkan sebesar Rp 5 miliar.
 
"Jumlah ini tidaklah besar untuk penerima sebanyak itu, namun ini sangat berarti karena diberikan pada saat perekonomian sedang dilanda krisis global," kata Romeo.  

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Romeo mengharapkan, pihak perbankan syariah dapat mengucurkan pinjaman yang lebih besar lagi tahun dapan. Sementara Ketua Muri Djaya Suprana mengatakan, acara penyaluran pinjaman syariah tersebut, tidak hanya memecahkan Muri, namun juga rekor dunia.  

"Belum pernah terjadi pengucuran pinjaman syariah kepada kreditur dalam jumlah sebanyak ini dalam waktu bersamaan. Apalagi akad kesepakatan ditandatangani secara serentak di satu tempat," terang Suprana.  

Jumlah pinjaman yang dikucurkan bervariasi, tergantung dengan besar kecil usaha yang sedang dijalankan.
 
Salah seorang penerima pinjaman Siti Naimah mengaku, sangat senang mendapat pinjaman syariah. Pedagang sepatu yang membuka usaha di kawasan Medan Sunggal ini, mendapat kucuran pinjaman Rp 800 ribu.  

"Enaknya, pinjaman ini tidak pakai bunga. Hanya bagi hasil. Berapa keuntungan kita, itu yang akan dibagi nanti," sebut Naimah.
(rul/djo)


Berita Terkait