"Ini bisa jadi pendidikan politik bagi masyarakat. Hal ini juga bisa mengingatkan para politikus agar berhati-hati dalam memberi janji kepada masyarakat," ujar Pengamat Politik Bima Aria kepada detikcom, Sabtu(27/12/2008)
Meski menilai positif, Bima memberi catatan bahwa aksi tersebut harus didukung dengan data-data penunjang sebagai pembanding.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bima juga mengatakan gerakan tersebut harus berhati-hati agar tidak sekadar menjadi bola liar yang nantinya akan rawan ditunggangi kepentingan lain.
"Mereka harus menjaga jarak dari partai politik dan kepentingan lain, jika tidak, pesan pendidikan politiknya tidak sampai," jelasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Direktur Lingkaran Pemilih Indonesia (LPI), Boni Hargens merencanakan aksi turun ke jalan untuk menagih janji kepada pemerintahan SBY-JK. Hal ini dilakukan karena banyak janji-janji duet pemenang Pilpres 2004 itu yang tidak terealisasi.
"Kita akan lakukan Januari. Pemerintahan SBY-JK memecahkan rekor janji paling banyak dan rekor melanggar janji paling banyak," ujar Boni. (mpr/djo)











































