"ISC tentunya termasuk isu yang akan ditanyakan, karena ini menyangkut biaya pokok produksi dan efisiensi Pertamina. Apalagi efektifitas ISC itu sangat tergantung profesionalisme dan integritas orang-orang yang ada di sana, serta apa ada mekanisme kontrol yang benar," kata anggota Pansus BBM dan Komisi XI dari FPAN DPR, Drajat Wibowo, kepada detikcom di Jakarta, Sabtu (27/12/2008).
Menurut Drajat, bila efektifitas dan profesionalisme serta mekanisme kontrol bisa dijamin, maka ISC bisa menjadi pendorong efisiensi perusahaan minyak negara milik BUMN, Pertamina tersebut. "Jika tidak, ISC justru jadi sumber korupsi baru dan malah menjadi sarang yang aman untuk menyembunyikan korupsi. ISC juga rawan disusupi mafia minyak," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pemanggilan Pertamina itu, lanjut Drajat, Pansus BBM akan membahas dan menanyakan berbagai ragam isu perminyakkan. "Mulai dari paling hulu hingga hilir, termasuk impor minyak dan BBM Pertamina," imbuhnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Panitia Angket DPR diusulkan untuk memanggil Pertamina terkait pembentukan Integrated Supply Chain (ISC). ISC yang berfungsi melakukan pangadaan minyak mentah dan bahan bakar minyak (BBM), termasuk impor ditenggarai melakukan penyimpangan dan membuktikan kebobrokan pengelolaan BBM oleh Pertamina.
(zal/djo)











































