Drajat: ISC Dorong Efisiensi atau Korupsi Baru?

Pansus BBM Panggil Pertamina

Drajat: ISC Dorong Efisiensi atau Korupsi Baru?

- detikNews
Sabtu, 27 Des 2008 16:31 WIB
Drajat: ISC Dorong Efisiensi atau Korupsi Baru?
Jakarta - Integrated Supply Chain (ISC) yang dibentuk PT Pertamina dalam mengelola BBM akan dipertanyakan Panitia Khusus (Pansus) BBM DPR. DPR menilai ISC bisa jadi pendorong efisiensi Pertamina atau malah jadi sarang korupsi baru, serta disusupi mafia minyak.

"ISC tentunya termasuk isu yang akan ditanyakan, karena ini menyangkut biaya pokok produksi dan efisiensi Pertamina. Apalagi efektifitas ISC itu sangat tergantung profesionalisme dan integritas orang-orang yang ada di sana, serta apa ada mekanisme kontrol yang benar," kata anggota Pansus BBM dan Komisi XI dari FPAN DPR, Drajat Wibowo, kepada detikcom di Jakarta, Sabtu (27/12/2008).

Menurut Drajat, bila efektifitas dan profesionalisme serta mekanisme kontrol bisa dijamin, maka ISC bisa menjadi pendorong efisiensi perusahaan minyak negara milik BUMN, Pertamina tersebut. "Jika tidak, ISC justru jadi sumber korupsi baru dan malah menjadi sarang yang aman untuk menyembunyikan korupsi. ISC juga rawan disusupi mafia minyak," jelasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketika ditanya kapan Pansus BBM akan segera memanggil Pertamina terkait persoalan itu, Drajat mengatakan, jadwal pasti mengenai pemanggilan tersebut masih belum diputuskan. Namun, yang jelas pada masa sidang yang akan datang, setelah masa reses kali ini, yang dibuka pada tanggal 19 Januari 2009. "Jadi kemungkinan Pertamina diundang lagi setelah tanggal 26 Januari," jawabnya.

Dalam pemanggilan Pertamina itu, lanjut Drajat, Pansus BBM akan membahas dan menanyakan berbagai ragam isu perminyakkan. "Mulai dari paling hulu hingga hilir, termasuk impor minyak dan BBM Pertamina," imbuhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Panitia Angket DPR diusulkan untuk memanggil Pertamina terkait pembentukan Integrated Supply Chain (ISC). ISC yang berfungsi melakukan pangadaan minyak mentah dan bahan bakar minyak (BBM), termasuk impor ditenggarai melakukan penyimpangan dan membuktikan kebobrokan pengelolaan BBM oleh Pertamina.

(zal/djo)


Berita Terkait