Tiket Diduga Palsu, 28 Jamaah ONH Plus Terlantar di Jeddah

Tiket Diduga Palsu, 28 Jamaah ONH Plus Terlantar di Jeddah

- detikNews
Sabtu, 27 Des 2008 16:07 WIB
Tiket Diduga Palsu, 28 Jamaah ONH Plus Terlantar di Jeddah
Jeddah - Sekitar 28 jamaah semi plus yang tergabung dalam PT Mustika Cahaya Lestari terkatung-katung di Jeddah akibat belum memiliki tiket. Mereka berangkat ke tanah suci dengan menggunakan paspor hijau.

"Seharusnya kami naik pesawat Yaman Air, namun ketika kami serahkan tiket, petugas tiketnya tidak mau terima. Alasannya nama kami tidak ada di komputer. Selanjutnya selama dua hari kami menginap di bandara internasional, satu hari di bandara haji, dan kemudian dibawa ke sini," kata salah satu jamaah, Abu Haer Daeng Nompo (56) di Hotel Al Azhar, Jeddah, Sabtu (27/12/2008).

Penurut Pengusaha konveksi asal Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan ini, dirinya nekat berangkat berhaji dengan mengunakan paspor hijau karena antrean panjang jika menggunakan jasa haji reguler. Abu Haer memilih jasa PT Mustika Cahaya Lestari melalui seorang penghubung bernama Syaiful Islam. Ongkos naik haji yang dibayarnya sebesar 40 juta rupiah.

"Kalau daftar di Depag, di Makassar antreannya panjang, harus nunggu empat sampai enam tahun, terus Pak Syaiful itu menjanjikan semuanya akan beres dan enak. Katanya hotelnya bagus, dekat Masjidil Haram. Kenyataannya di Makkah kami diinapkan di Sraya, sekitar delapan kilometer dari Masjidil Haram," kata bapak empat anak itu.

Abu Haer sempat menunjukkan tiket ke Arab Saudi. Tiket itu ternyata untuk pekerja karena dalam tiket elektroniknya terdapat terdapat tulisan for worker dengan ongkos 550 USD. Menurut Abu, dia berangkat dengan mengunakan pesawat Garuda Indonesia bernomor penerbangan GA 980 tanggal 24 November 2008.

"Awalnya ada lima petugas yang akan ikut bersama kita, tapi tidak jadi karena ada masalah dengan tiketnya. Jadi kami sendiri. Kami menunjuk Pak Zaenal untuk memimpin rombongan. Jadi kami tidak ada yang membimbing selama di kota suci ini," kata Abu Haer yang juga tidak dapat pergi ke Madinah Al Munawaroh akibat menggunakan paspor hijau.

Hal yang sama juga disampaikan, Zaenal Bin Suhada (36), jamaah asal Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Menurut Zaenal, dirinya tiba-tiba ditunjuk sebagai kepala rombongan. Hal ini disebabkan tidak ada pendamping dari PT yang memberangkatkan.

"Kami berangkat pakai Garuda. Pulang pakai Yaman Air, tapi pas mau check in tidak bisa, kami diputar-putar. Setibanya di Jeddah, kami diantar ke Madinatul Hujaj, tapi ternyata di sana tidak ada jemaah. Lalu kami dibawa ke bandara internasional, lalu ke bandara haji dan terakhir ke sini," kata Zaenal

Zaenal mengaku sudah mendapat kepastian berangkat pulang ke tanah air setelah mendapatkan SMS dari pihak petugas KBRI. Jika tidak ada halangan, tanggal 27 desember mendatang mereka akan bisa diberangkatkan.

"Tadi Pak Bambang dari kedutaan sms saya, katanya Insya Allah kami bisa berangkat tanggal 27 Desember," ujarnya. (yid/irw)


Berita Terkait