"Saya tidak mau menjadi cawapres. Saya sudah didatangi Ibu Mega, Pak Wiranto dan Pak Prabowo. Ramai-ramai wartawan menulis seolah-olah saya telah dilamar menjadi cawapres," ujar Din.
Penegasan sikap itu disampaikan Din saat berbicara di tengah seribuan jamaah Muhammadiyah di Praya, sekitar 30 kilometer arah timur, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (27/12/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Din, saat didatangi Megawati, Wiranto dan Prabowo, dirinya tidak memberikan jawaban. Baik menerima ataupun menolak. "Cuma ramai-ramai saja diberitakan, saya dilamar sebagai cawapres," ujarnya.
Namun Din meminta pernyatannya ini jangan dilihat sebagai sebuah deklarasi, seperti disampaikan Sri Sultan Hamengkubuwono X, Sutiyoso, dan tokoh lainnya.
“Nanti kalau saya menyatakan tidak siap menjadi capres, malah itu mengecilkan Muhammadiyah,” tandasnya.
Din menambahkan, sejumlah partai kecil sudah melamar dirinya. Namun dia tak merinci partai-partai kecil itu. "Perkembangannya kita lihat setelah pemilu legislatif nanti," tandas Din. (djo/djo)











































