Demikian disampaikan pakar komunikasi politik Universitas Indonesia (UI) Effendi Gazali di sela-sela diskusi yang diselenggarakan Lembaga Riset Indonesia (LRI) tentang Evaluasi Akhir Tahun SBY-JK, di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (27/12/2008).
"Dalam komunikasi politik, jika terlalu banyak mengklaim akan membuat pemilih menyesal dan akan simpatik kepada yang lain", tegas Effendi kepada detikcom.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harus dibedakan apa yang sudah dikerjakan SBY dan apa yang sudah dilakukan oleh JK. Jika seperti ini terus (tidak dipisah), yang diuntungkan SBY dan Demokratnya," tegas Effendi.
(her/djo)










































