"Kita akan lakukan Januari. Pemerintahan SBY-JK memecahkan rekor janji paling banyak dan rekor melanggar janji paling banyak," ujar Direktur LPI yang juga akademisi Universitas Indonesia (UI) Boni Hargens.
Hal itu disampaikan Boni dalam 'Evaluasi Akhir Tahun Pemerintahan SBY-JK' di Hotel Sultan, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Sabtu (27/12/2008). Hadir pula dalam acara pakar komunikasi politik UI Effendi Gazali dan Direktur Lembaga Riset Indonesia (LRI) Johan Silalahi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak hanya itu, demi menagih janji, LPI juga akan menggandeng 50 pengacara untuk melakukan class action atas janji-janji pemerintah yang dinilai 'gombal'.
"Janji-janji SBY sudah diterjemahkan ke dalam program kerja, tetapi tidak dijalankan. Atas dasar itu kita lakukan class action," tegas pengamat berkepala plontos ini.
Dalam kesempatan itu, Boni juga menyentil beberapa iklan keberhasilan program pemerintah yang marak belakangan ini. Menurutnya, ketidaktransparanan sumber dana iklan tersebut menimbulkan kecurigaan masyarakat. "Ini ada indikasi korupsi," tandasnya.
(lrn/djo)










































