"Kami menuntut KPK berani dan punya nyali menindaklanjuti kasus suap DGS (Deputi Gubernur Senior) BI yang dilaporkan Agus Condro, dan mengusut kasus suap yang melibatkan eksekutif dan legislatif, juga menindak kasus korupsi tanpa tebang pilih," ujar Ketua Bem Se-Jabotebek Adi Rohadi.
Hal ini dikatakannya saat membacakan pernyataan sikap di depan Gedung KPK, Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Jumat (26/12/2008).
Mahasiswa juga meletakan karangan bunga yang bertuliskan 'Turut Berduka Cita Atas Matinya Keberanian KPK'. Mahasiswa hanya diterima petugas keamanan, sebab KPK tengah libur.
"Korupsi di Indonesia tidak pernah libur," sindir Adi yang disambut koor setuju teman-temannya.
Tiba di KPK pukul 16.30 WIB, 30 menit kemudian mereka membubarkan diri. Para mahasiswa ini sebelumnya mengibar-ngibarkan bendera kuning tanda duka cita, dan juga bernyanyi lagu 'Gugur Bunga' dan 'Padamu Negeri'. (ndr/nal)











































