2 Warga Tewas Tertimbun Longsor Saat Bangun Irigasi

2 Warga Tewas Tertimbun Longsor Saat Bangun Irigasi

- detikNews
Jumat, 26 Des 2008 14:41 WIB
2 Warga Tewas Tertimbun Longsor Saat Bangun Irigasi
Magelang - 2 Warga tewas tertimbun tanah longsor. Peristiwa ini terjadi saat mengerjakan proyek saluran irigasi Sungai Pabelan, Magelang.

Peristiwa ini terjadi pada Jumat (26/12/2008) pagi. Saat itu, bersama puluhan warga, korban tengah mengerjakan proyek yang didanai dari program Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri di Desa Sudisari, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Kedua korban tersebut adalah Amas (28) dan Muchyidin (43) yang merupakan warga Dusun Drojogan, Desa Adikarto, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut pengakuan, seorang warga, Tholib (25) yang sempat selamat dari longsor tersebut kepada detikcom menjelaskan, sekitar pukul 08.00 WIB, dia bersama rekannya, Muchyidin, Muchri, dan korban Amas, dengan dipandu sekitar 30 warga desa, melakukan kerja bhakti, membuat saluran irigasi.

Mereka memulai dengan mengerjakan penggalian tanah yang bersebelahan dengan sawah. "Kami mengerjakan proyek sekitar pukul 08.00 WIB, namun saat kami bekerja setelah mendapatkan lubang sedalam enam setengah meter dan lebar seratus lima puluh meter tiba-tiba sekitar pukul 09.45 WIB tadi tanah diujung galian langsung longsor," jelas Tholib di lokasi.

Melihat longsorang itu, Keempat tukang panik, kemudian mereka langsung tertimpa longsoran tanah yang sudah menutupi galian saluran yang sudah berkedalaman 6,5 meter, panjang 150 meter, dan lebar 7 meter itu.

Korban Tholib dan Muchri sempat selamat dan hanya mengalami luka lecet-lecet dan memar pada seluruh tubuh. Sementara dua korban lainya, Amas dan Muchyidin tertimbun tanah selama kurang lebih 1,5 jam.

Saat melakukan pertolongan, awalnya puluhan warga menggunakan peralatan tradisional seperti cangkul dan sesek yang biasa digunakan untuk menggali pasir.

Namun upaya ini tidak berhasil mengevakuasi keduanya. Koordinator Proyek Saluran Irigasi PNPM Misbah Ali kemudian memerintahkan untuk menggunakan alat eskavator atau beko. Setelah terlihat salah satu korban, puluhan warga melakukan penggalian dengan peralatan manual.

Namun sekitar 45 menit dari kejadian, korban Amas yang pertama ditemukan. Menyusul sepuluh menit kemudian korban Muchyidin. Keduanya sudah dalam kondisi yang mengenaskan dan meninggal. Kepalanya pecah, serta seluruh tulang tangan dan kaki patah.

Petugas kepolisian beserta puluhan warga, setelah melakukan evakuasi terhadap jenazah korban, langsung melarikanya ke RSUD Muntilan, Kabupaten Magelang. Polisi kemudian memasang garis polisi di lokasi longsor itu.

Dua mayat korban Amas dan Muchyidin sampai berita ini diturunkan masih berada di Ruang Kamar Mayat RSUD Muntilan. Sedang dua korban luka, Tholib dan Muchri masih dirawat secara intensif di ruang unit gawat darurat (UGD). (ndr/nal)


Berita Terkait