Refleksi 4 Tahun Tsunami, Warga Aceh Menangis

Refleksi 4 Tahun Tsunami, Warga Aceh Menangis

- detikNews
Jumat, 26 Des 2008 14:12 WIB
Refleksi 4 Tahun Tsunami, Warga Aceh Menangis
Banda Aceh - Warga Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar larut dalam tangis. Dengan berzikir, mereka memperingati 4 tahun, tragedi bencana gempa dan tsunami yang melanda Aceh.

Warga berdoa di masjid dan meunasah sejak Kamis (25/12/08) malam, hingga Jumat (26/12/2008), untuk mengenang ratusan ribu korban yang meninggal.

Pantauan detikcom, para warga, umumnya keluarga korban juga melakukan ziarah di kuburan massal yang ada di Uleeu Lheue, Kecamatan Meraxa, Banda Aceh, Lambaro, Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, dan beberapa daerah lain.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Warga yang berdoa umumnya meneteskan air mata ketika mengenang sanak keluarganya yang hilang akibat bencana tersebut.

Nurjannah, seorang warga Ulee Lheu, tampak meneteskan air mata kala berzikir. Dia mengenang tragedi bencana gempa dan tsunami yang telah merenggut keluarganya.

"Musibah itu telah merenggut anggota keluarga dan kerabat saya," tuturnya sedih.

Untuk memperingati 4 tahun tsunami, warga di Provinsi NAD mengibarkan bendera Merah Putih setengah tiang selama 3 hari mulai Kamis hingga Sabtu.

Pengibaran bendera itu sesuai dengan instruksi Gubernur Irwandi Yusuf Nomor 360/47081/2008 tanggal 17 Desember 2008. Seruan itu juga berlaku bagi semua instansi maupun kantor pemerintahan, pemilik toko, dan fasilitas umum lainnya.

Peringatan puncak empat tahun tsunami, tahun ini akan dipusatkan di Meulaboh, Ibukota Kabupaten Aceh Barat. (ndr/nal)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads