Akibatnya, kawasan banjir menjadi gelap gulita termasuk pusat-pusat pertokoan.
"Kita padamkan karena banjir terpantau semakin meninggi," kata Manajer PT PLN Cabang Samarinda Rayon Samarinda Ilir Sugeng Prapto ketika ditemui di kantornya Jl Rajawali Samarinda, Kamis (25/12/2008) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita tahu, air kan dapat menghantarkan listrik. Tentu sangat berbahaya," ujar Sugeng.
Sugeng menambahkan, pihaknya belum bisa menghitung kerugian akibat dihentikannya pasokan listrik bagi pelanggan yang berada di kawasan banjir. Banjir kali ini, lanjut Sugeng, adalah kedua kalinya dalam bulan Desember ini sehingga memaksa PLN berkeputusan memadamkan aliran listrik. Sebelumnya, dilakukan minggu pertama Desember 2008 lalu.
"Yang penting warga selamat dan tidak was-was," tegas Sugeng.
Pantauan detikcom, ketinggian banjir bervariasi antara 30-100 cm. Kawasan terparah berada di Jl Pemuda I-Jl Pemuda IV dengan ketinggian banjir mencapai perut orang dewasa. Di kawasan pertokoan antara lain Jl Jenderal Achmad Yani, Jl KH Hasan Basri, Jl Dr Sutomo serta Jl Gatot Subroto menjadi gelap dan diantaranya hanya terdengar suara mesih genset. Jalan akses ke kawasan pertokoan juga ikut terendam banjir.
"Sudah 2 hari Pak toko tidak buka. Yak arena banjir ini," kata Juriansyah salah seorang penjaga keamanan sebuah ruko di Jl Jenderal Ahmad Yani, Jumat (26/12/2008) dinihari.
Diakui warga, banjir sangat mengganggu aktivitas kerja sehari-hari. Terlebih dengan adanya pemadaman listrik, sehingga pada malam hari tampak sunyi senyap. Kondisi tersebut juga membuat warga harus menghemat penggunaan lampu berenergi baterai dan telepon selular mereka.
"Tapi ya mau bagaimana lagi. Mengeluh sana-sini ya tetap aja banjir," kata Amirullah, warga Jl Dr Sutomo, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu.
(mad/mad)










































