Ruslan adalah satu di antara mereka. Pemuda berusia 23 tahun ini mencoba peruntungannya dengan bekerja sambilan. Pria lajang ini memilih untuk menjdai kusir delman daripada berpacaran untuk mengisi waktu liburnya.
"Saya mendingan narik delman dari pada pacaran. Cuma habisi uang saja," ujar Ruslan ketika ditemui detikcom di Ragunan, Jakarta Selatan, Kamis (25/12/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sudah dua bulan ini Ruslan nyambi jadi kusir delman di Ragunan. Delman didapatnya dari seorang teman yang juga seorang kusir.
"Hasilnya nanti bagi dua sama teman saya," katanya.
Sekali bawa penumpang, Ruslan mematok Rp 10 ribu untuk maksimal 4 orang orang. Dari harga tersebut, Ruslan harus membaginya dengan pihak pengelola Ragunan.
Delman yang dibawa Ruslan memang bukan dari pihak Ragunan. Ruslan dan kawan-kawan diperbolehkan membawa kudanya di sekitar taman Ragunan dengan sistem bagi hasil.
"Saya setor 50 persen ke Ragunan," ungkapnya.
Setiap penumpang yang naik delman pun harus membeli karcis terlebih dahulu. Karcisnya disediakan khusus oleh pihak Ragunan.
Kalau sedang beruntung, Ruslan bisa mendapatkan Rp 100 ribu dari pekerjaannya itu. Apalagi kalau ada yang carter, Rulan bisa mendapatkan lebih dari Rp 100 ribu.
"Sejam ditarif Rp 200 ribu untuk keliling Ragunan," tuturnya. (mei/gah)











































