Keluarga Bangkrut Demi Mencari IR

Kasus Trafficking di Magelang

Keluarga Bangkrut Demi Mencari IR

- detikNews
Kamis, 25 Des 2008 18:26 WIB
Keluarga Bangkrut Demi Mencari IR
Jakarta - Upaya pencarian IR, mantan TKI Arab Saudi yang hilang selama delapan tahun ternyata mengakibatkan kesedihan. Selain sang ayah, Sumardi (70), meninggal akibat stroke, seluruh harta benda berupa tanah, sawah, ladang, juga rumah yang ada di Desa Citepus, Kecamatan Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, habis dijual untuk membiayai proses pencarian korban IR.

"Habis sudah Pak harta benda dan nyawa ayah saya karena masalah kasus yang menimpa adik saya," tegas Sudirman (37), adik korban, di sela-sela pertemuan dengan kakaknya IR di Ruang Direktur RSJ Prof dr Soeroyo Kota Magelang kepada detikcom, Kamis (25/12/2008).

Kakaknya menghilang setelah bercerai dengan mantan suaminya Itang (40) karena harta benda dan rumah yang hampir jadi setelah dibangun dijual oleh suaminya itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Selama delapan tahun ini kami mencari. Awalnya kami mengalami kesulitan. Malahan, bapak saya Sumardi saat proses pencarian mengalami sakit-sakitan dan meninggal karena memikirkan adik saya," jelas Sudirman.

Sudirman merasa terharu dan bangga dengan "tangan" dan "kebesaran" Tuhan yang telah mempertemukan dirinya dengana adiknya yang sudah sehat selama dua tahun dirawat di RSJ.
Β 
"Ternyata kami masih beruntung dan masih diberi kesempatan menemukan adik saya. Saya percaya Tuhan mempunyai kuasa atas semuanya ini," ujar Sudirman.

Pertemuan antara korban IR dan adiknya Sudirman ternyata berlangsung mengharukan. Sebab IR dikenal di lingkungan RSJ Kota Magelang sebagai seorang yang pendiam dan cakap. Kesedihan semakin dalam dan semakin terasa di saat beberapa perawat RSJ Prof dr Soeroyo.
Β 
Ditinggalkan oleh Agus Soeroyo, anak IR yang lahir dan dibesarkan di RSJ Kota Magelang, mereka pun tidak bisa menahan tangis pertemuan dua keluarga yang sudah delapan tahun berpisah itu.

"Nama Agus karena anak dari korban lahir pada bulan Agustus, sementara Suroyo merupakan nama dari nama rumah sakit yang saya pimpin," tegas Direktur RSJ Prof dr Soeroyo, DR dr Junaedi.

Junaedi berharap, sekembalinya korban IR dan anaknya ke Sukabumi bisa diterima oleh masyarakat sekitar selayaknya. Sebab, setiap manusia dan setiap anak-anak punya hak yang sama setelah keluar dari RSJ Prof dr Soeroyo kembali ke masyarakat.

Sementara itu kasus IR ditangani oleh Polda Yogyakarta. Selain mengejar pelaku SM yang telah menghamili IR dan menjual anaknya, polisi juga akan melakukan pendalaman, apakah SM terlibat dengan jaringan nasional atau internasional penjualan anak di Indonesia.

(gah/gah)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads