Pesan Natal Ahmadinejad pada Ratu Elizabeth II

Pesan Natal Ahmadinejad pada Ratu Elizabeth II

- detikNews
Kamis, 25 Des 2008 08:47 WIB
Pesan Natal Ahmadinejad pada Ratu Elizabeth II
Jakarta - Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad akan mengirim pesan Natal kepada Ratu Inggris, Elizabeth II. Pesan Natal ini juga ditujukan untuk rakyat Inggris.

Ahmadinejad akan menyampaikan pesan Natal ini melalui televisi Inggris, Channel Four, seperti dikutip dari AFP, Kamis (25/12/2008).

"Apabila Yesus berada di bumi hari ini, tidak disangsikan lagi dia akan berada pada barisan orang yang menentang kekerasan, sifat pemarah dan kekuatan ekspansi,"Β  ujar Ahmadinejad berdasarkan transkrip pra-rilis yang didapatkan dari Channel Four.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jika Yesus berada di bumi saat ini, tidak diragukan lagi, dia akan menaikkan bendera keadilan dan cinta atas sesama untuk melawan penyeru peperangan, teroris dan pengganggu kehidupan manusia di seluruh dunia," imbuh Ahmadinejad.

Selain itu, dia juga mengatakan permasalahan sosial yang ada di masyarakat karena penolakan terhadap agama.

"Yesus akan kembali 'bersama anak yang mengagungkan pesan yang disampaikan Islam dan akan memimpin dunia menggapai cinta, persaudaraan dan keadilan'," ujarnya di Parsi, Iran.

Ahmadinejad mengakhiri pesannya dengan mengungkapkan harapan pada tahun baru yang sebentar lagi akan tiba.

"Saya berdoa untuk tahun baru akan menjadi tahun kebahagian, kemakmuran, perdamaian dan persaudaraan untuk sesama. Saya berharap agar semuanya sukses dan bahagia" pungkasnya.

Seperti diketahui sebelumnya,Β  hubungan Iran-Inggris tegang sejak Revolusi Iran tahun 1979. Utamanya saat Iran membantah tudingan Barat mengenai program nuklirnya.

Barat yang ketakutan mengkhawatirkan program nuklir Iran dijadikan senjata nuklir. Namun, Iran bersikukuh bahwa program nuklirnya digunakan untuk tujuan damai, yaitu sebagai pembangkit tenaga listrik.

Sementara Dubes Israel di Inggris, Ron Prosor mengecam pesan itu sebagai 'skandal dan mempermalukan bangsa' yang diberikan Presiden Iran yang menolak mengakui Holocaust dan negara Yahudi. (ddt/nwk)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads