Peristiwa ini terjadi Rabu (24/12/2008) sekitar pukul 22.30 WIB. Berdasarkan penuturan petugas parkir Masjid Istiqlal Alam (25), dirinya melihat pria asing mengendap-endap di parkiran mobil masjid, yang menjadi tempat parkir jemaat Gereja Katedral.
"Orang itu tadi berada di parkiran belakang mobil Masjid Istiqlal. Dia berada di sekitar mobil-mobil yang diparkir. Saat berjalan, pisau yang ada di jaketnya jatuh. Lalu, saat dipanggil dia tidak berbalik," tutur Alam di Pos Pengamanan di pintu utara Masjid Istiqlal, Jalan Taman Wijaya Kusuma, Jakarta Pusat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pria itu tertangkap dan akhirnya hampir diamuk massa. Beruntung ada petugas Polsek Sawah Besar yang berpatroli dan akhirnya melerai massa yang hendak memukuli pria itu.
Saat ditanya di Posko Pengamanan, pria itu mengaku membawa pisau bukan untuk suatu niatan tertentu.
"Pisau ini saya bawa dari sana, Pak. Tidak untuk apa-apa. Sumpah Pak," ujar pria yang belum diketahui identitasnya ini.
Ketika ditanya kartu identitasnya, pria yang mengenakan celana selutut dan mengenakan polo shirt biru bergaris-garis itu mengatakan, "Saya tidak punya, Pak".
Tak ada kemacetan saat penangkapan terjadi. Hanya saja, peristiwa itu sempat menjadi perhatian jemaat yang keluar-masuk Gereja Katedral.
Selain menyita pisau dapur dengan panjang sekitar 15 cm itu, polisi juga menggeledah kantong pakaian pria setinggi 155 cm, berambut cepak dan berkulit gelap itu. Pria itu pun diamankan di Polsek Sawah Besar. (nwk/nwk)











































