"Indeks kesengsaraan tahun 2008 mencapai angka 20,3 persen. Padahal, di awal
kepemimpinan SBY-JK tahun 2004 angkanya cuma 16,5 persen," ungkap pengamat ekonomi Iman Sugema dalam diskusi 'Rapor Merah SBY-JK, saatnya ganti rezim?' di Gedung Intiland Tower, Jalan Jend Sudirman, Jakarta, Rabu (24/12/2008).
Iman menambahkan, angka indeks kemiskinan tersebut tidak jauh berbeda dengan angka yang dirilis lembaga-lembaga survei. Indikator riil kesengsaraan yang makin meningkat, lanjutnya, adalah harga-harga yang kian melambung, dan tingkat pengangguran meningkat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain soal indeks kemiskinan, Iman juga menyoroti kebijakan-kebijakan ekonomi yang dihasilkan tim ekonomi SBY-JK. Menurutnya, kebijakan yang dihasilkan belum pro rakyat kecil.
"Kebijakannya anti rakyat dan anti domestik. Bayangkan, LNG dijual murah ke asing, tapi rakyat dipaksa membeli BBM harga mahal dan elpiji yang notabene sebagiannya ekspor," tukas Iman. (Rez/nwk)










































