"Ini untuk menyatakan bahwa Natal dibarengi dengan perdamaian bukan kebencian," kata salah satu peserta aksi, Frans, Rabu (24/12/2008).
Pernyataan Frans untuk mengingatkan peristiwa konflik warga dengan kampus SETIA 27 Juli lalu. Pada konflik itu, warga mengusir mahasiswa dan civitas akademik untuk meniadakan kegiatan belajar mengajar.
"Sekarang kami belajar di tenda darurat. Asrama kami sekarang beratap langit dan menyebabkan mahasiswa pada sakit," imbuh Frans.
Para mahasiswa berharap Natal kali ini menjadi berkah pada perdamaian di lingkungan mereka. Sehingga aktivitas belajar kembali normal.
Aksi ini berjalan mulai pukul 15.00 WIB dan telah berakhir 90 menit kemudian. Jalan MH Thamrin yang padat di akhir tahun menjadi lebih tersendat karena sebagian peserta aksi menyetop mobil untuk diberi bunga. (Ari/gah)











































