Latihan dipusatkan di lapangan Desa Gadingsari, Kecamatan Sanden dan Poncosari, kecamatan Srandakan, sekitar pukul 08.30 WIB, Rabu (24/12/2008). Latihan diawali dengan simulasi gempa bumi berkekuatan 8 skala richter. Dalam hitungan detik, sirine tsunami di kawasan Pantai Samas, Kuwaru dan Pandansimo langsung berbunyi.
Aparat kepolisian dan TNI dengan pengeras suara terlihat hilir mudik. Mereka meminta warga segera mengungsi. Sedangkan anggota Tim SAR melakukan penyisiran dan memantau pantai dari menara mercusuar di Pantai Patehan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Warga kemudian dibawa ketempatย penampungan akhir lapangan Sorobayan dan Poncosari dengan menggunakan berbagai kendaraan roda 4, ada juga yang berjalan kaki. Di tempat pengungsian telah didirikan tenda pengungsian, rumah sakit darurat dan dapur umum. Warga yang luka berat langsung dirujuk ke RSUD Panembahan Senopati Bantul.
Warga tampak antusias mengikuti latihan tersebut. Mereka bahkan membawa peralatan pertanian seperti sabit, cangkul, sepeda, dan hewan ternak. Gerobak dorong pengangkut hasil bumi digunakan untuk mengangkut warga yang luka.
Padahal sebelumnya banyak warga terkaget-kaget dengan latihan ini. Mereka bingung saat melihat dan mendengar truk TNI, Polri dan Satpol PP berseliweran. Belum lagi sirine mobil ambulans RS dan Puskesmas terdengar maraung-raung. Namun setelah diberitahu petugas, akhirnya mereka maklum bahwa semua ini hanya latihan. Kegiatan latihan tersebut juga disaksikan Bupati Bantul Idham Samawi.
Sejak pagi wilayah Yogya diguyur hujan deras sehingga lokasi latihan becek dan tergenang air. Namun demikian, hal ini tidak menyurutkan semangat warga untuk mengikuti latihan tsunami ini. (bgs/djo)











































