Effendi Simbolon: Putusan MK Sarat Muatan Politis

Caleg Suara Terbanyak

Effendi Simbolon: Putusan MK Sarat Muatan Politis

- detikNews
Rabu, 24 Des 2008 12:07 WIB
Effendi Simbolon: Putusan MK Sarat Muatan Politis
Jakarta - Ditetapkannya suara terbanyak sebagai cara penentuan anggota legislatif hasil Pemilu 2009 dinilai sarat muatan politis. Calon Legislatif nomor urut 1 dari PDIP untuk daerah pemilihan (dapil) Jakarta III Effendi Simbolon menduga ada permainan politis di balik putusan MK.

"Saya mensinyalir ada muatan-muatan politis yang dibarengi suatu deal-deal politik yang dilakukan oleh para penguasa," ucap Effendi kepada detikcom, Rabu (24/12/2008).

Effendi menjelaskan, putusan MK tersebut tidak lepas dari campur tangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Bagi Effendi, putusan tersebut membuktikan MK sudah tidak independen lagi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"MK sudah masuk dalam skenario mereka," cetus Ketua Pansus Orang Hilang DPR itu.

Menurut Effendi, penentuan caleg berdasarkan nomor urut berdasar UU Pilpres sudah sesuai dengan amanah UUD. Oleh karenanya ia melihat era kepemimpinan SBY-JK sudah mengkhianati tatanan demokrasi Indonesia.

"Kalau kita sepakat dengan rumusan-rumusan yang baru, jangan kemudian mementahkan proses yang sedang berjalan, jika putusan ini benar karena pengaruh SBY-JK maka mereka telah melakukan deparpolisasi," tandasnya.

Sebelumnya, Selasa(23/12/2008) MK telah mengabulkan permohonan uji materi terhadap UU 10/2008 tentang Pemilihan Umum pasal 214 (a, b, c, d, e) mengenai sistem nomor urut. Maka dengan demikian parpol dalam menetapkan anggota legislatif yang berhak duduk di Gedung DPR periode 2009-2014 harus berdasarkan pada perolehan suara terbanyak masing-masing calegnya. (ape/iy)


Berita Terkait