Itulah yang terjadi di bianglala terbesar di dunia, Singapore Flyer, Selasa (23/12/2008). Gangguan listrik menyebabkan lebih 100 penumpang bianglala di negeri singa itu terkatung-katung di angkasa selama 6 jam. Demikian dilansir AFP.
Insiden itu terjadi ketika terjadi korsleting listrik pada pukul 17.00 waktu setempat. Saat berputar, 173 orang berada dalam kapsul-kapsul bianglala. Setidaknya 5 penumpang dievakuasi dengan menggunakan tali gendongan. Kerusakan listrik ini bisa diatasi sekitar pukul 23.11 sehingga semua penumpang bisa turun semua dengan selamat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lim Boon Siang, salah satu penumpang yang terjebak menceritakan pengalamannya. "Sekitar pukul 16.30 atau 16.40, setelah kami melintasi ketinggian maksimum, tiba-tiba saja bianglala tersentak terhenti," ceritanya.
Perempuan itu menunggu hingga 10 menit, berpikir bianglala akan berputar kembali. Namun bukan putaran yang dia rasakan, melainkan pengumuman bahwa bianglala berhenti untuk sementara. Saat itu semua orang tenang namun mereka menjadi gelisah karena AC di kapsul mati apalagi matahari sore bersinar terang. Di kapsul Lim Boon Siang, saat itu ada 10 orang.
Bianglala Singapore Flyer berdiameter 165 meter, 30 meter lebih besar dibandingkan London Eye di Inggris. (nrl/ndr)











































