Aktivis: Jangan Generalisir Kiai dan Ponpes

Kasus Kiai Cabul

Aktivis: Jangan Generalisir Kiai dan Ponpes

- detikNews
Selasa, 23 Des 2008 21:28 WIB
Jakarta - Kasus pencabulan Kyai AHM terhadap puluhan siswa SMK Telkom Terpadu AKN Marzuqi, Pati, Pati, Jawa Tengah jangan sampai digeneralisir  bahwa semua pondok pesantren dan kiai melakukan hal tersebut. Perilaku pencabulan di dunia pendidikan terjadi karena kesenjangan peran dan kekuasaan.

"Saya tidak heran dengan perilaku itu, tapi jangan sampai digeneralisir. Itu sudah biasa," ujar aktivis gay, Dede Oetomo kepada detikcom, Selasa, (23/12/2008).

Lebih lanjut dia menjelaskan, perilaku pencabulan seperti ini terjadi karena adanya kesenjangan kekuasaan di dunia akademik. Antara murid dan guru terjadi jarak yang sangat jauh antara hak dan kewajibannya. Selain itu masing-masing subjek mempunyai
peran dalam dunia pendidikan yang sangat kontras sehingga terjadi relasi kuasa. Sehingga murid tidak bisa menolak perkataan guru dan perintahnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tapi yang harus diingat, kasus ini bukan tradisi pesantren," tambah

Meskipun demikian, pengamat yang juga gay ini meminta masyarakat untuk tidak menggeneralisir kasus AHM ini ke semua kyai. Bahkan dia mendukung jika kiai AHM ditindak tegas secara hukum meski harus memperhatikan hak-hak sang kiai.

"Kepada korban harus diberikan konseling dengan halus. Dan tanpa memberikan gambaran
homophobia," pungkas mantan dosen Unair yang menyelesaikan S3 nya di Cornell University, Amerika Serikat.
(asp/gah)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads