Pasalnya, para tersangka teroris tersebut oleh pemerintah China dianggap sebagai pemberontak muslim.
"Ketujuh belas orang tersangka teroris yang ditahan AS di Guantanamo merupakan anggota Gerakan Islam Turkestan Timur, yang telah masuk daftar teroris versi PBB," jelas juru bicara Kementerian Luar Negeri China Qin Gang.
"Mengenai tersangka teroris ini, kami selalu meminta agar mereka dikembalikan ke China dan kami menolak bilamana ada negara lain yang ingin meneriman mereka," tambahnya
sebagaimana dilansir reuters, Selasa (23/12/2008).
Selama ini, ketujuh belas tersangka teroris yang tak disebutkan namanya tersebut urung dibebaskan karena pemerintah AS tidak kunjung menemukan negara yang tersedia menampung mereka.
Sebelumnya, pada tahun 2006 AS pernah membebaskan lima orang muslim China dari
Guantanamo menuju Albania. Pemerintah AS beralasan mereka tidak dapat mengembalikan lima orang etnis Uighur tersebut ke Cina karena akan menghadapi tuntutan hukum di sana.
Banyak muslim Uighur, yang berasal dari daerah Xinjiang di barat laut Cina menginginkan otonomi lebih luas dan bahkan kemerdekaan. Oleh pemerintah Beijing, mereka dianggap sebagai pemberontak yang harus dibasmi.
(alf/gah)











































