Keributan berawal dari keputusan hakim garis yang memberikan tendangan pojok bagi kesebelasan Pelauw Putra. Keputusan ini diprotes oleh Saono Huamual, kiper Persenal Hurnawa Tulehu. Saono menilai bola meninggalkan lapangan akibat ditendang oleh pemain lawan. Dia kemudian membanting bola di depan wasit.
Tindakan Saono ini membuat ratusan pendukung Persenal Hurnawa Tulehu yang duduk di tribun ikut emosi. Mereka merangsek masuk ke dalam lapangan dengan melompati pagar pembatas. Tidak hanya itu, para pendukung Persenal juga mengejar hakim garis dan menimpukinya dengan batu dan botol bekas minuman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibat kejadian tersebut, sejumlah orang mengalami luka-luka akibat terkena batu dan sebagainya. Sejumlah wartawan juga tidak luput dari amukan para suporter yang membabibuta. Salah satunya Badri Talaohu, kameramen TVRI ini luka parah pada bagian kepala karena dianiaya penonton. Nasib yang sama juga dialami seorang anggota TNI saat mencoba menyelamatkan pemain Pelauw Putra.
Suasana bertambah kisruh saat warga dan pedagang di sekitar Stadion Mandala Remaja Karang Panjang Ambon ikut terlibat bentrok. Mereka kesal karena rumah dan dagangan mereka dirusak massa.
Kericuhan mulai mereda saat ratusan personel Brimob Polres Ambon dan Pulau-pulau Lease didatangkan ke lokasi. Para pemain dan oficial kedua kesebelasan diamankan ke Mapolres. (djo/asy)











































