Kebakaran hanya menghanguskan satu kamar di pemondokan 229. Pemantauan detikcom, kamar ini tampak hangus, sejumlah barang, seperti kasur tak terselamatkan. Kebakaran ini terjadi saat para jamaah haji asal Solok, Sumatera Barat ini tengah melakukan ziarah ke sejumlah tempat bersejarah di Madinah.
Menurut penjaga pemondokan 229, Akram, kebakaran terjadi sekitar pukul 07.30 WAS. Penyebabnya adalah jamaah haji yang memanaskan air dengan alat pemanas listrik tidak dicopot alat itu saat meninggalkan kamar.
"Saat itu penghuni pemondokan sedang pergi sekitar pukul setengah 8 pagi. Tiba tiba ada tanda kebakaran, saya naik, ada pemanas air yang masih menempel dan kasur tempat pemanas itu terbakar separuh. Untungnya ada pemadam otomatis yang langsung berfungsi," kata Akram Selasa (23/12/2008).
Jamaah haji yang menempati kamar tersebut, Marlis, mengaku sudah mencabut alat pemanas (hitter) yang dipakainya untuk membuat susu. Namun dia tidak tahu siapa yang memasang kembali sampai tidak dicabut, sehingga terjadi kebakaran.
"Saya memang tadi akan membuat susu, tapi saya sudah mencabutnya karena sudah selesai. Saya tak tahu siapa yang mencolokkan lagi," kata Marlis sambil mengambil barangnya yang basah akibat tersiram air pemadam kebakaran.
Karena kamar 306 yang terbakar tak bisa lagi di tempati, 5 orang jamaah yang menempati kamar tersebut dipindahkan ke kamar 106 di gedung nomor 228 yang terletak di seberang jalan sebelah gedung 229.
Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Madinah Ahmad Kartono menyayangkan masih adanya jamaah yang bandel dengan peringatan untuk tidak memasak dengan pemanas di dalam kamar. Di masa mendatang, para petugas akan semakin diintensifkan untuk mengontrol kegiatan jamaah yang bersifat membahayakan keselamatan.
"Kita sudah peringatkan berkali-kali agar jamaah tidak memasak di dalam kamar dengan pemanas. Tapi masih ada saja. Nanti biar petugas lebih intensif mengingatkan dan mengontrolnya," terang dia. (yid/asy)










































