Keluarga Korban Kasus Talangsari dan Aktivis Hilang Temui Menhan

Keluarga Korban Kasus Talangsari dan Aktivis Hilang Temui Menhan

- detikNews
Selasa, 23 Des 2008 16:29 WIB
Keluarga Korban Kasus Talangsari dan Aktivis Hilang Temui Menhan
Jakarta - Keluarga korban kasus Talangsari, Lampung menemui Menteri Pertahanan (Menhan) Juwono Sudarsono. Mereka ingin melakukan audiensi terkait penuntasan kasus pelanggaran HAM Talangsari dan penghilangan aktivis 1997-1998.

Ketujuh keluarga korban kasus kekerasan di Talangsari bertemu dengan Menhan Juwono Sudarsono didampingi Koordinator Kontras Usman Hamid di Gedung Departemen Pertahanan, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (23/12/2008).

Ketujuh keluarga korban di antaranya adalah Utomo Rahardjo (orangtua aktivis hilang, Petrus Bimo Nugroho), Tuti Koto (ibu Orang Hilang, Yani Apri), Nurhasanah (orangtua Orang Hilang, Yadin Muhidin), Widianingsih (keluarga korban kasus Talangsari),
Jayus (kasus Talangsari) dan Azwar Khaili (kasus Talangsari).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Baru kali ini kita bertemu Pak Menhan, saya terimakasih diterima dengan suasana santai. Saya sampaikan mudah-mudahan apa yang saya sampaikan bukan dagelan, guyonan atau anekdot seperti yang disampaikan Pak Menhan beberapa hari lalu," kata orangtua korban kasus Penghilangan Orang Secara Paksa atau Aktivis 1997-1998, Utomo Rahardjo.

Menurut pria asal Malang ini, dalam pertemuan tersebut Juwono Sudarsono memang tidak menjanjikan secara penuh atas penuntasan kasus Talangsari dan Penghilangan Orang Secara Paksa. "Pak Menhan katakan tidak janjikan secara penuh, tapi akan bawa masalah yang kita alami ke rapat koordinasi Polhukam. Saya akan tunggu hasilnya," jelasnya lagi.

Sementara itu, Koordinator Kontras Usman Hamid mengungkapkan, Menhan Juwono Sudarsoni menyampaikan perlu adanya keseimbangan informasi dari kalangan korban, keluarga korban dan aparat keamanan dalam dua kasus tersebut. Selain meminta klarifikasi, keluarga korban juga meminta dukungan Juwono Sudarsono atas penuntasan kasus pelanggaran HAM di masa lalu.

"Kami sampaikan bahwa kami mengerti apa yang disampaikan Menhan tentang jaga keseimbangan informasi. Para keluarga korban terbuka dengan itu, kami juga minta ada perhatian terhadap keluarga anggota TNI," imbuhnya.

Terkait pernyataan Juwono Sudarsono tentang penuntasan pelanggaran HAM dimasa lalu sebagai anekdot, Usman menjelaskan, hal itu tidak disinggung secara spesifik. "Tapi disinggung tentang keseimbangan informasi, tapi mungkin ditunjukan kepada instansi, tadi Pak Menhan secara pribadi memberikan simpati dan bisa mengerti apa yang dialami keluarga korban," ujarnya. (zal/iy)


Berita Terkait