Gaet 6,4 Juta Wisman, Target Visit Indonesia Year 2008 Tak Tercapai

Gaet 6,4 Juta Wisman, Target Visit Indonesia Year 2008 Tak Tercapai

- detikNews
Selasa, 23 Des 2008 16:25 WIB
Gaet 6,4 Juta Wisman, Target Visit Indonesia Year 2008 Tak Tercapai
Jakarta - Target 7 juta wisatawan mancanegara (wisman) yang dicanangkan pada Visit Indonesia Year 2008 tidak tercapai. Wisatawan mancanegara yang berkunjung tahun ini berjumlah 6,4 juta wisman..

"BPS (Badan Pusat Statistik) dengan kami sudah menghimpun angka final. Jumlah wisatawan asing tahun 2008 adalah 6,43 juta (orang). Walaupun masih ada beberapa hari lagi sampai akhir tahun 2008," ujar Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar) Jero Wacik.

Jero menyatakan hal itu dalam jumpa pers akhir tahun 2008 di Gedung Depbudpar, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (23/12/208).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi kalau seperti ini, target moderat tercapai. Target moderat sekitar 6,5 juta, itu kan deket-deket," kilah Jero.

Jumlah itu, membuat Jero gembira karena angka tersebut adalah pencapaian terbaik sejak tahun 1987. Angka tersebut juga dinilai lebih baik dari tahun 2007 lalu yang berhasil mendatangkan 5,5 juta wisman.

"Kita sudah lebih baik dari tahun lalu. Kalau di olah raga itu rekor nasional, ini capaian terbaik," imbuh pria asal Bali itu.

Devisa Wisman Capai Rekor

Sementara untuk capaian devisa dari wisman, Jero mengatakan sudah melampaui rekor. Rekor perolehan devisa pariwisata dari wisman selama ini, tertinggi pada tahun 1996 dengan US$ 6,2 miliar.

Tahun 2008 ini, lanjut Jero, Depbudpar mentargetkan belanja yang dihabiskan wisman per orang per kunjungan adalah US$ 1.000 sehingga melampaui US$ 6,2 miliar.

Devisa juga ditargetkan melampaui devisa tahun 2007 lalu, di mana wisman menghabiskan US$ 970 per orang per kunjungan sehingga mengumpulkan devisa US$ 5,3 miliar.

""Tahun ini, belanja yang dihabiskan wisman per orang per kunjungan adalah US$ 1.178. Sehingga devisa yang dikumpulkan dalam Visit Indonesia Year 2008 adalah US$ 7,55 miliar. Target sudah terlampaui," kata dia. (nwk/nrl)


Berita Terkait