"Awalnya telepon kami berdering berulang kali dan tidak ada suara orang yang bicara," tutur Army.
SMS teror itu juga berisi ancaman pembunuhan terhadap pemilik travel Maharani, Malik Lasari. Saat SMS itu diterima oleh karyawan travel Maharani, Malik Lasari, sedang melayat di rumah kerabatnya. Menurut Henidar, istri Malik, saat menerima laporan teror bom dari karyawannya, suaminya langsung menelepon polisi dan memerintahkan karyawannya keluar dari kantor travel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski mendapat teror bom, Henidar mengakui bisnis travelnya tidak terganggu. "Termasuk bisnis Game Center dan Warung Internet milik anak saya tidak terganggu," kata Henidar.
Sedangkan menurut Kapolsek Bontoala AKP Sudarmin, saat pihaknya menerima laporan dari Malik Lasari, anggotanya langsung menyisir kantor travel Maharani, namun anggotanya tidak menemukan bom yang dimaksud oleh pengirim SMS.
"Kami akan melacak nomor ponsel yang digunakan pelaku, meskipun travel ini bukan kelompok sasaran teror, kami tetap harus diwaspadai karena mengganggu kenyamanan orang lain." ungkap Sudarmin.
(mna/nrl)











































